Balikpapan(10/4), Nansarunai.com – Ketua Dewan Adat Dayak Kota Balikpapan sekaligus Panglima KOPPAD Borneo, Dr. Abriantinus, S.H., M.A, memberikan sebuah kenang-kenangan istimewa kepada PJ Panglima Jilah, berupa mandau yang telah dikoleksi selama puluhan tahun.
Pemberian mandau tersebut bukan sekadar simbol penghormatan, tetapi juga menjadi lambang persatuan masyarakat Dayak di bumi Kalimantan. Dalam kesempatan itu, Dr. Abriantinus menegaskan pentingnya menjaga nilai budaya dan kebersamaan antar masyarakat adat, sekaligus mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) lokal demi memajukan Tanah Borneo.
Momen penyerahan mandau berlangsung di sela kunjungan PJ Panglima Jilah, yang saat ini juga berperan sebagai produser film bertema Dayak yang akan segera memasuki tahap pra produksi.
Sejalan dengan dimulainya persiapan film tersebut, panitia juga telah membuka pendaftaran peserta casting bagi masyarakat yang ingin ambil bagian dalam produksi film budaya tersebut.
Dr. Abriantinus berharap kehadiran film ini dapat menjadi salah satu langkah besar dalam memperkenalkan budaya Kalimantan kepada masyarakat luas.
“Harapan kami, budaya Kalimantan semakin maju, dikenal lebih luas, dan mampu menjadi kebanggaan masyarakat Borneo, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Film bertema Dayak ini diharapkan menjadi media edukasi sekaligus pelestarian budaya, sehingga generasi muda semakin mengenal akar tradisi dan nilai luhur warisan leluhur Kalimantan.(red)









