Naura Irawan “Ola”, Bintang Cilik Balikpapan Tembus Layar Lebar “Tanah Dayak”

oleh -1585 Dilihat
oleh

Balikpapan(23/4), Nansarunai.com— Nama Naura Irawan, yang akrab disapa Ola, perlahan namun pasti mulai menapaki panggung perfilman nasional. Gadis cilik asal Balikpapan, Kalimantan Timur ini menjadi satu-satunya perwakilan dari kota minyak yang dipercaya ambil bagian dalam film layar lebar “Tanah Dayak”, sebuah karya bergenre horor yang mengangkat kekayaan budaya lokal Kalimantan.

Masih berstatus sebagai siswi SD Patra Dharma 1 Balikpapan, Ola telah menunjukkan ketertarikan dan bakat di dunia modeling serta seni peran sejak usia dini. Kesempatan berharga itu hadir ketika ia terpilih bergabung dalam produksi film “Tanah Dayak”, yang melangsungkan proses syuting pada 10 April 2026 di Desa Kinipan, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Dalam film tersebut, Ola memerankan sosok anak dari seorang kepala suku Dayak—peran yang menuntut penghayatan emosi sekaligus kedekatan dengan nilai-nilai budaya lokal. Tokoh ayah dalam cerita diperankan oleh Rizki, yang juga dikenal sebagai Bupati Lamandau, menandai dukungan nyata dari tokoh daerah terhadap geliat industri perfilman berbasis kearifan lokal.

Film “Tanah Dayak” merupakan hasil kolaborasi Borneo Pictures dan PH Trazz, di bawah arahan sutradara Tarmizi Abka. Mengusung narasi horor fiksi yang terinspirasi dari dinamika sejarah di Kalimantan, film ini menghadirkan latar yang kuat dengan sentuhan budaya Dayak yang autentik, sekaligus menyuguhkan atmosfer yang khas dan mendalam.

Sekitar 98 persen proses produksi dilakukan langsung di kawasan pedalaman Desa Kinipan, menghadirkan lanskap alami yang memperkaya visual dan nuansa cerita. Film ini juga diperkuat oleh kehadiran talenta-talenta baru, termasuk Jalu Adinagoro yang memerankan tokoh Ahoy, seorang kepala suku Dayak.

Perjalanan menuju lokasi syuting menjadi pengalaman tersendiri. Tim produksi, termasuk Ola, harus menempuh perjalanan darat hingga tiga hari untuk mencapai lokasi. Namun, tantangan tersebut justru menjadi bagian dari proses berharga yang ditempuh dengan semangat dan ketekunan.

Kehadiran Ola dalam film ini menjadi representasi generasi muda Balikpapan yang berani melangkah dan berkembang di industri kreatif. Meski meraih kesempatan besar, ia tetap menunjukkan sikap rendah hati.

“Aku masih banyak belajar. Senang bisa ikut syuting film ini, tapi aku ingin terus belajar supaya bisa lebih baik lagi,” ujarnya sederhana.
Ia juga menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan yang diberikan. “Terima kasih sudah diberi kepercayaan. Aku ingin melakukan yang terbaik dan bisa membanggakan orang tua,” tambahnya.

Film “Tanah Dayak” diharapkan tidak hanya menjadi sajian hiburan, tetapi juga jembatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan kepada khalayak luas. Dukungan dan harapan pun mengiringi langkah film ini agar dapat meraih apresiasi serta tempat di hati masyarakat Indonesia.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.