Balikpapan(1/5), Nansarunai.com- Kalimantan Timur menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh tidak boleh dimaknai sekadar seremoni tahunan, melainkan harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran pekerja dalam pembangunan daerah, khususnya di kawasan .
Ketua DPP Apindo Kaltim, Dr. Abriantinus, S.H., M.A , menyampaikan bahwa Hari Buruh merupakan saat yang tepat untuk merefleksikan kontribusi tenaga kerja dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.
“Hari Buruh bukan hanya sebagai peringatan, tetapi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah, terutama dalam mendukung pembangunan IKN Nusantara,” ujar Abriantinus dalam keterangannya.
Menurutnya, pembangunan IKN membuka peluang besar bagi tenaga kerja lokal untuk meningkatkan kompetensi dan berpartisipasi aktif dalam berbagai sektor, mulai dari konstruksi, jasa, hingga industri kreatif. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia agar mampu bersaing di tengah masuknya tenaga kerja dari berbagai daerah.
Apindo Kaltim, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan dan penguatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri di IKN. Selain itu, pihaknya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis.
“Dengan sinergi yang kuat, kita bisa memastikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pekerja,” tambahnya.
Peringatan Hari Buruh tahun ini diharapkan menjadi titik awal bagi seluruh elemen untuk bersama-sama membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, adil, dan berdaya saing tinggi di Kalimantan Timur.









