Balikpapan(15/7), Nansarunai.com– Ikan dikenal sebagai salah satu sumber protein terbaik yang kaya akan asam lemak omega-3, vitamin D, dan berbagai mineral penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, di tengah masyarakat masih beredar anggapan bahwa ada beberapa jenis ikan yang sama sekali tidak boleh dimakan. Benarkah demikian?
Faktanya, hampir semua jenis ikan dapat dikonsumsi. Namun, para ahli kesehatan menyarankan agar beberapa jenis ikan berukuran besar dan predator laut dikonsumsi secara terbatas, terutama oleh ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan orang yang rutin mengonsumsi ikan setiap hari.
Hal ini disebabkan oleh kandungan merkuri, yaitu logam berat yang dapat terakumulasi di dalam tubuh ikan. Semakin besar ukuran ikan dan semakin lama usianya, semakin tinggi pula kemungkinan kadar merkuri yang terkandung di dalam dagingnya.
Jenis Ikan yang Sebaiknya Dibatasi
Beberapa jenis ikan yang diketahui memiliki kadar merkuri lebih tinggi antara lain:
- King Mackerel (Makarel Raja)
- Ikan Todak (Swordfish)
- Ikan Hiu
- Ikan Marlin
- Tuna berukuran besar, terutama Bigeye Tuna
Bagi orang dewasa yang sehat, mengonsumsi ikan-ikan tersebut sesekali umumnya masih dianggap aman. Namun, bagi kelompok rentan, memilih ikan dengan kadar merkuri rendah adalah pilihan yang lebih baik.
Mengapa Merkuri Perlu Diwaspadai?
Paparan merkuri dalam jumlah tinggi dapat memengaruhi sistem saraf, fungsi otak, ginjal, hingga mengganggu perkembangan janin. Dampak tersebut biasanya terjadi akibat paparan dalam jangka panjang, bukan karena mengonsumsi ikan sekali atau dua kali.
Pilihan Ikan yang Lebih Aman
Masih banyak jenis ikan yang memiliki kandungan nutrisi tinggi sekaligus kadar merkuri rendah, seperti:
- Sarden
- Teri
- Lele
- Nila
- Salmon
- Trout air tawar
- Kembung
Selain kaya protein, ikan-ikan tersebut juga mengandung omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung, otak, dan daya tahan tubuh.
Jangan Takut Makan Ikan
Mengonsumsi ikan secara rutin tetap dianjurkan sebagai bagian dari pola makan sehat. Yang terpenting adalah memilih jenis ikan yang tepat, mengolahnya dengan benar, serta mengonsumsinya dalam jumlah yang seimbang.
Jadi, anggapan bahwa ada “ikan yang tidak boleh dimakan” sebenarnya kurang tepat. Yang lebih benar adalah ada beberapa jenis ikan yang perlu dibatasi konsumsinya karena berpotensi mengandung merkuri lebih tinggi, terutama bagi kelompok yang rentan.
Dengan memilih ikan yang aman dan bergizi, masyarakat tetap dapat menikmati manfaat luar biasa dari makanan laut tanpa perlu khawatir berlebihan.







