Dr.Abriantinus, S.H., M.A Resmi Nahkodai FKPB, Siapkan Kolaborasi Lintas Paguyuban untuk Balikpapan

oleh -330 Dilihat
oleh

Balikpapan(8/8), Nansarunai.com — Estafet kepemimpinan Forum Komunikasi Paguyuban Balikpapan (FKPB) memasuki babak baru. Dr. Abriantinus, S.H., M.A. dipercaya menjadi Ketua FKPB setelah resmi dilantik bersama jajaran pengurus dalam sebuah prosesi yang digelar di Rumah Jabatan Walikota Balikpapan, Jalan Syarifuddin Yoes, Sabtu (9/8/2026).

Momentum tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat. Sejumlah perwakilan Forkopimda Balikpapan, kepala perangkat daerah, pimpinan organisasi masyarakat, penasehat FKPB hingga para ketua paguyuban turut hadir menyaksikan prosesi tersebut.

Pelantikan dilakukan oleh Penasehat FKPB, I Ketut Rasna.

Mengemban amanah sebagai ketua, Dr Abriantinus menempatkan kekuatan paguyuban sebagai modal sosial yang penting bagi Balikpapan. Menurutnya, keberadaan berbagai komunitas etnis dan paguyuban bukanlah sekadar identitas budaya, melainkan bagian dari kekuatan masyarakat yang perlu dirawat bersama.

FKPB sendiri telah berkembang menjadi wadah yang menaungi sekitar 130 paguyuban. Ke depan, jumlah tersebut diperkirakan bertambah seiring adanya lima paguyuban yang tengah dipersiapkan untuk bergabung.

Bagi Abriantinus, besarnya jumlah paguyuban sekaligus menunjukkan besarnya tanggung jawab FKPB. Komunikasi antarpaguyuban perlu terus dibangun agar perbedaan latar belakang tidak menjadi sekat dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menilai tokoh-tokoh paguyuban memiliki posisi penting dalam menjaga suasana kota tetap aman dan harmonis.

“FKPB ini adalah kumpulan dari tokoh-tokoh paguyuban yang ada di Balikpapan. Ini menjadi sangat penting dan strategis untuk menjaga kondusivitas Kota Balikpapan,” kata Abriantinus.

Tak berhenti pada persoalan kerukunan, kepengurusan baru FKPB juga melihat kekayaan budaya sebagai potensi yang dapat dikembangkan lebih jauh. Beragam kesenian tradisional yang dimiliki masing-masing paguyuban dinilai dapat menjadi daya tarik sekaligus mendukung sektor pariwisata Balikpapan.

Karena itu, Abriantinus membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan Pemerintah Kota Balikpapan maupun perangkat daerah terkait. Sinergi tersebut diharapkan mampu mengubah potensi budaya yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat menjadi kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas.

“Kami akan bersinergi dengan Pemerintah Kota Balikpapan serta dinas terkait,” ujarnya.

Abriantinus juga menegaskan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya akan berupaya menghadirkan peran FKPB yang lebih nyata. Organisasi tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya paguyuban, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Walikota: Kekompakan Jadi Modal Balikpapan

Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud dalam kesempatan tersebut mengingatkan bahwa keberagaman harus dikelola dengan kebersamaan. Menurutnya, pembangunan kota akan kehilangan makna apabila masyarakatnya tidak memiliki rasa persatuan.

Rahmad menilai keberadaan sekitar 130 paguyuban membutuhkan komunikasi dan kerja sama yang kuat. Setiap kelompok memiliki latar belakang berbeda sehingga diperlukan kesadaran untuk menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok.

“Dengan 130 paguyuban itu tidak mudah. Itu perlu sinergi, perlu kolaborasi untuk mewujudkan satu tujuan,” ujarnya.

Ia berharap FKPB di bawah kepengurusan baru mampu terus membantu menciptakan Balikpapan sebagai kota yang aman dan nyaman, terlebih dengan posisi Balikpapan sebagai salah satu kota penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN).

Rahmad juga memberikan penghargaan kepada para tokoh paguyuban yang selama ini telah berkontribusi menjaga kehidupan sosial masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus melanjutkan semangat para pendahulu yang telah membangun kebersamaan di Balikpapan.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, FKPB kini menghadapi tantangan untuk memperkuat komunikasi lintas paguyuban sekaligus menjadikan keberagaman budaya sebagai kekuatan bagi kota.

Bagi Abriantinus, amanah tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan berbagai potensi paguyuban dalam satu gerak bersama—menjaga persatuan, memperkenalkan kekayaan budaya, dan memberikan kontribusi bagi masa depan Balikpapan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.