Balikpapan Siapkan Uji Coba Bus Listrik, Koridor Bandara Jadi Pilihan Awal

oleh -263 Dilihat
oleh

Balikpapan(12/8), Nansarunai.com- Transformasi angkutan umum di Kota Balikpapan mulai diarahkan ke penggunaan kendaraan berbasis listrik. Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan dua unit bus listrik dapat mulai diuji coba pada Juli 2027.

Program tersebut akan menjadi bagian dari masa transisi setelah pengelolaan Balikpapan City Trans (Bacitra) diserahterimakan dari Kementerian Perhubungan kepada Pemkot Balikpapan.

Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurahman, menjelaskan pemerintah tidak langsung menambah banyak armada. Dua bus akan lebih dulu digunakan untuk mengukur kemampuan kendaraan sekaligus melihat respons dan kebutuhan masyarakat.

“Kenapa kita hadirkan hanya dua unit dulu? Karena rencana Bapak Wali Kota ingin melihat dulu prospeknya,” ujar Fadli, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, kondisi jalan di Balikpapan menjadi faktor penting dalam menentukan jalur operasional. Karakter kota yang didominasi kawasan berbukit membuat penggunaan bus listrik perlu disesuaikan dengan kemampuan armada dan kondisi medan.

Dari sejumlah alternatif yang dikaji, jalur Lapangan Merdeka–Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan menjadi salah satu koridor yang dipersiapkan untuk tahap awal.

Pengembangan ini juga tidak berhenti pada persoalan kendaraan. Pemkot Balikpapan melihat armada transportasi publik sebagai bagian dari potensi ekonomi daerah. Bus Bacitra maupun bus listrik nantinya akan dipersiapkan agar dapat dimanfaatkan sebagai media iklan, sehingga berpeluang memberikan kontribusi terhadap PAD.

“Setidaknya itu akan bisa membawa dampak positif juga, bukan hanya untuk pelayanan transportasi publik, tapi juga akan menambah sumber PAD baru,” kata Fadli.

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan perubahan pola pengelolaan angkutan umum melalui skema Buy The Service (BTS). Kualitas pelayanan akan menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat tertarik meninggalkan kendaraan pribadi dan menggunakan transportasi umum.

“Kalau ada angkutan yang tidak memperhatikan kondisi layanannya, maka masyarakat pasti akan meninggalkan itu,” pungkasnya.

Konsep transportasi Balikpapan ke depan akan dibuat lebih terhubung. Integrasi antarmoda menjadi bagian dari perencanaan, termasuk menghubungkan kawasan perkotaan dengan fasilitas strategis seperti bandara dan pelabuhan.

Dengan konsep tersebut, bus listrik diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem transportasi Balikpapan yang lebih efisien, terkoneksi dan berorientasi pada transportasi berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.