Ketika Nama Balikpapan Berkibar di Istana

oleh -479 Dilihat
oleh

Dr. Abriantinus: Dedikasi Kombes Jerrold Adalah Kebanggaan Bersama

Balkkpapan(19/8), Nansarunai.com — Ada momen ketika sebuah tugas tidak lagi sekadar menjadi bagian dari rutinitas kedinasan. Ia berubah menjadi kehormatan, membawa nama institusi, kota, bahkan daerah ke panggung nasional.

Momen itu hadir pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2026.

Di tengah khidmatnya prosesi kenegaraan, sosok Kapolresta Balikpapan Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, S.I.K., M.Si., mendapat kepercayaan menjalankan tugas sebagai Komandan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih. Ia menjalankan amanah tersebut di hadapan Presiden dan para tamu negara dalam momentum yang menjadi salah satu rangkaian penting perayaan kemerdekaan Indonesia.

Bagi Balikpapan, penugasan itu memiliki arti tersendiri.

Nama kota yang dikenal sebagai salah satu pintu gerbang Kalimantan Timur tersebut ikut hadir dalam sebuah panggung kenegaraan yang disaksikan masyarakat Indonesia.

Sebuah Kebanggaan dari Balikpapan

Apresiasi datang dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya disampaikan Ketua Dewan Adat Dayak Kota Balikpapan, Dr. Abriantinus, S.H., M.A., yang juga menjabat sebagai Panglima Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak Borneo.

Menurut Abriantinus, keberhasilan Kombes Jerrold menjalankan tugas kehormatan tersebut bukan hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Balikpapan dan Kalimantan Timur.

Ia menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas keberhasilan Kombes Jerrold menjalankan amanah sebagai Komandan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka.

Bagi Abriantinus, sebuah kepercayaan untuk berdiri sebagai komandan upacara pada momentum kenegaraan bukanlah tugas sederhana. Dibutuhkan kedisiplinan, kesiapan, ketenangan, serta rasa tanggung jawab yang tinggi.

Dan di situlah nilai sebuah pengabdian terlihat.

Dari Balikpapan Menuju Panggung Kenegaraan

Kombes Jerrold bukan sekadar menjalankan sebuah prosesi. Ia membawa simbol kedisiplinan dan profesionalisme seorang anggota Polri dalam salah satu upacara paling sakral dalam kehidupan berbangsa.

Kepercayaan tersebut juga tidak datang begitu saja. Jerrold sebelumnya menjalani proses seleksi yang melibatkan sejumlah perwira dari unsur TNI dan Polri sebelum akhirnya dipercaya menjadi komandan upacara.

Kariernya di kepolisian pun telah ditempa melalui berbagai penugasan. Lulusan Akademi Kepolisian 2003 tersebut memiliki pengalaman di sejumlah posisi strategis sebelum dipercaya memimpin Polresta Balikpapan.

Ketika kemudian ia berdiri di Istana Merdeka, perjalanan panjang pengabdian itu menemukan salah satu titik pentingnya.

Apresiasi yang Melampaui Seremonial

Bagi Dewan Adat Dayak Kota Balikpapan, apresiasi tersebut bukan sekadar ucapan seremonial.

Dukungan terhadap keberhasilan Kombes Jerrold juga menjadi gambaran bagaimana berbagai elemen masyarakat dapat memberikan penghargaan terhadap kerja dan pengabdian aparat negara.

Abriantinus berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi energi positif untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara sekaligus memperkuat persatuan serta kebersamaan masyarakat.

Di tengah masyarakat yang semakin beragam, penghargaan semacam ini menjadi pesan sederhana namun penting: prestasi yang membawa nama baik daerah adalah kebanggaan bersama.

Balikpapan Punya Cerita

Setiap kota memiliki cara sendiri untuk mencatat sejarahnya.

Bagi Balikpapan, salah satu catatan itu hadir melalui sosok Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy yang dipercaya menjalankan tugas kenegaraan di Istana Merdeka.

Sementara bagi Dr. Abriantinus, memberikan apresiasi adalah bagian dari cara menjaga semangat kebersamaan—bahwa keberhasilan seseorang dalam menjalankan amanah dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Dari Balikpapan, sebuah apresiasi kemudian menemukan maknanya di tingkat nasional.

Sebuah tugas selesai. Sebuah kehormatan telah ditunaikan. Dan sebuah nama daerah kembali hadir dalam cerita besar Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.