Balikpapan(30/6), Nansarunai.com — Seorang pengunjung Pantai Manggar mengeluhkan perlakuan tidak menyenangkan dari oknum penyewaan tikar yang diduga memaksakan aturan sepihak kepada wisatawan.
Kejadian ini terjadi pada Minggu (29/6), saat pengunjung tersebut datang bersama keluarga. Mereka mengaku sudah membayar tiket masuk dan parkir secara resmi sebagai wisatawan. Namun, ketika hendak duduk di sekitar area pantai dengan tikar pribadi, mereka dilarang keras oleh oknum penyewa tikar yang mengklaim area tersebut sebagai wilayah “dagangnya”.
“Kami tidak boleh duduk di sekitar penyewaan tikar, bahkan tidak boleh parkir di dekat situ. Padahal kami hanya duduk dan menikmati pantai seperti pengunjung lainnya,” ujar pengunjung tersebut.
Parahnya lagi, si oknum disebut memarahi mereka di depan banyak orang, hingga membuat suasana tidak nyaman dan mempermalukan keluarga tersebut. Mereka bahkan diminta pindah jauh ke ujung area pantai.
“Kami tidak merasa salah. Kami tidak mengganggu siapa pun, tapi dimarahi seolah-olah tidak punya hak duduk di area itu. Padahal kami sudah bayar tiket masuk dan parkir,” tambahnya.
Pengunjung ini berharap pihak pengelola Pantai Manggar atau dinas terkait dapat menertibkan praktik seperti ini, karena merugikan wisatawan dan mencoreng kenyamanan tempat wisata umum.(tsa)








