Balikpapan(16/12), Nansarunai.com– Nama Sri Warsih, S.Pd, yang akrab disapa Bunda Swara, dikenal sebagai sosok pendidik dan pelatih seni yang konsisten mengabdikan diri pada pengembangan sastra dan budaya sejak usia dini. Lahir di Malang, 7 Januari 1977, Bunda Swara telah menetap dan berkiprah di Balikpapan sejak tahun 1980, menjadikan kota ini sebagai ruang tumbuh pengabdiannya di dunia pendidikan dan seni budaya.
Bunda Swara aktif sebagai pelatih puisi, dongeng, dan tari, dengan fokus membentuk karakter, kepekaan rasa, serta keberanian berekspresi pada anak-anak dan generasi muda. Dedikasinya tidak hanya terbatas pada ruang latihan, tetapi juga di berbagai event terbuka, festival seni, hingga ajang resmi seperti FLS2N, di mana ia kerap dipercaya sebagai juri puisi dan penulis cerita.
Kompetensinya di bidang tradisi lisan turut mengantarkannya menjadi narasumber Putra–Putri Duta Budaya, khususnya pada bidang Tradisi Lisan, sebuah peran penting dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai budaya Nusantara di tengah arus modernisasi.
Dalam dunia pendidikan anak usia dini, Bunda Swara pernah menjadi owner PAUD Golden Kids selama 7 tahun, sekaligus aktif di organisasi HIMPAUDI sejak 2010 hingga 2024. Peran ini menegaskan komitmennya dalam membangun fondasi karakter anak melalui pendekatan edukatif yang kreatif dan berbasis seni.
Hingga saat ini, Bunda Swara terus aktif sebagai pelatih puisi, dongeng, dan tari, menghadirkan seni bukan sekadar sebagai pertunjukan, tetapi sebagai medium pendidikan, pembentukan karakter, dan pelestarian budaya. Kiprahnya menjadikan Bunda Swara sosok inspiratif yang layak disebut sebagai penjaga suara budaya dan pembina generasi penerus bangsa.(red)







