Rahim Sanjaya, Pelatih Panahan yang Mengusung Tradisi Lokal ke Panggung Internasional

oleh -1891 Dilihat
oleh

Balikpapan(16/12), Nansarunai.com– Rahim Sanjaya (35 tahun) dikenal sebagai pelatih panahan Pondok Pesantren Al Mujahidin Balikpapan, sekaligus sosok aktif dalam pengembangan olahraga panahan di Kalimantan Timur. Kiprahnya tidak hanya sebatas pelatih, tetapi juga sebagai pengurus KORMI Balikpapan yang konsisten mendorong panahan sebagai olahraga rekreasi sekaligus warisan budaya.

Prestasinya di tingkat nasional menjadi bukti kapasitas dan dedikasinya. Rahim Sanjaya pernah meraih Juara 1 Kelas Dinamik Nasional dalam kejuaraan panahan yang digelar di Markas Batalyon Komando, Kilometer 8, Kalimantan Timur. Capaian ini mengukuhkan namanya sebagai atlet dan pelatih panahan yang diperhitungkan.

Saat ini, pusat kegiatan dan pembinaan panahan berada di Pondok Pesantren Al Mujahidin, Kilometer 10 Balikpapan, yang menjadi markas latihan sekaligus ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal panahan secara teknis dan filosofis. Rahim Sanjaya tidak hanya mengajarkan ketepatan bidikan, tetapi juga nilai disiplin, fokus, dan sportivitas.

Ke depan, Rahim Sanjaya memiliki visi besar: mengembangkan panahan tradisional hingga ke kancah internasional, dengan menampilkan pakaian adat Nusantara sebagai identitas budaya. Baginya, panahan bukan sekadar olahraga, melainkan media diplomasi budaya untuk mengenalkan kekayaan tradisi Indonesia kepada dunia.

Namun dalam perjalanannya, terdapat tantangan yang dihadapi, terutama kebutuhan akan dukungan pemerintah daerah agar cabang panahan berkuda semakin dikenal dan diminati masyarakat luas. Dukungan fasilitas, event resmi, dan pembinaan berkelanjutan menjadi faktor penting untuk mempercepat perkembangan olahraga tradisional ini.

Dengan harapan besar, Rahim Sanjaya bertekad melestarikan panahan tradisional hingga ke luar negeri, membawa budaya lokal Kalimantan Timur sebagai identitas utama. Ia juga menargetkan pengembangan diri hingga ke Turki, sebagai salah satu pusat panahan berkuda dunia, demi memperdalam keilmuan dan membawa pulang standar internasional untuk kemajuan panahan Indonesia.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.