Film “Dayak” Masuki Tahap Pra Produksi, Angkat Sejarah dan Budaya Borneo

oleh -634 Dilihat
oleh

Balikpapan(6/4), Nansarunai.com – Film bertema budaya Borneo berjudul “Dayak” kini resmi memasuki tahap pra produksi. Proyek ini difokuskan pada penguatan nilai budaya sekaligus edukasi sejarah masyarakat Dayak kepada publik luas.

Ketua Tim Produksi, Thoesang TT Asang, menjelaskan bahwa film tersebut dirancang bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran untuk memperkenalkan akar budaya dan perjalanan sejarah Suku Dayak.

Menurutnya, film ini akan memadukan unsur laga, romantisme, humor, dan nuansa mistis, namun tetap menjadikan nilai historis sebagai fondasi utama cerita.
“Film ini akan menghadirkan adegan laga, romantisme seperti cinta terlarang, hingga unsur mistis seperti mandau terbang dan ilmu gaib suku Dayak,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Cerita mengambil latar kehidupan masyarakat Dayak pada masa sebelum penjajahan, dengan fokus pada konflik antarsuku yang kemudian berujung damai melalui peristiwa bersejarah Perjanjian Tumbang Anoi.
Selain konflik internal, film ini juga akan menampilkan interaksi masyarakat Dayak dengan kelompok luar yang datang ke Kalimantan, sehingga memperkaya dimensi sejarah dalam alur cerita.

Nuansa budaya diperkuat melalui tradisi khas seperti ngayau, serta penggunaan properti autentik berupa rumah betang, mandau, sumpit, dan perisai tradisional Dayak.
Thoesang menegaskan bahwa aspek sejarah akan digarap secara serius melalui penokohan panglima, kehidupan sosial masyarakat, serta gambaran budaya Dayak pada masa tersebut.

Walaupun dikemas dalam bentuk fiksi bergaya kontemporer, film ini tetap berpijak kuat pada nilai budaya dan sejarah. Penggunaan bahasa asli Dayak dalam dialog juga menjadi bagian dari upaya menjaga keaslian, dengan tambahan bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami penonton luas.

Dalam tahap pra produksi ini, tim membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut terlibat melalui audisi dan casting pada 3 Juni hingga 8 Agustus 2026.
Sementara itu, pendaftaran telah dibuka sejak 1 April hingga 1 Juni 2026 dan menjangkau peserta dari lima provinsi.
Penanggung Jawab Produksi, Abriantinus, menambahkan bahwa proyek film ini telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga kementerian.

Ia menegaskan bahwa film ini merupakan inisiatif masyarakat Dayak untuk memperkenalkan warisan sejarah dan budaya kepada masyarakat luas.
“Sekaligus menjadi media edukasi dan promosi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.(adm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.